Monday, April 25, 2011

Don’t Sweat Over Loss Or Waste

Don’t Sweat Over Loss Or Waste

Luke 15:22–23
22“But the father said to his servants, ‘Bring out the best robe and put it on him, and put a ring on his hand and sandals on his feet. 23And bring the fatted calf here and kill it, and let us eat and be merry;
What would you say if your son, whom you had given a large inheritance to, came crawling home one day after wasting all his money on riotous living?
In the parable of the prodigal son (Luke 15:11–24), the father did not say one word about loss or waste, though his son had indeed wasted his inheritance on riotous living. The father only saw his son’s homecoming as an opportunity to show him how much he loved him and to restore to him what he had lost.
Like the father in the parable, it is your heavenly Father’s desire to embrace you and show you how much you are loved. And it is His good pleasure to restore to you what you have lost.
Perhaps you have lost something recently, or you are frustrated that something has gone to waste due to a bad decision you made. My friend, God does not see the finality of the loss or waste the way you do. When you come to Him with it, He sees it as an opportunity to restore to you what has been lost or wasted.
Even if, like the prodigal son, you feel far away from your heavenly Father, or you feel that you have disappointed Him, don’t despair. The truth is that the moment you come to Him, He immediately restores to you the robe of honor to clothe your nakedness, the ring of authority to declare your position of power and dominion, and the sandals on your feet (which servants do not wear) to reinstate you as a son in His house.
He reassures you that you had never lost the position of sonship. And He celebrates your return to Him with the killing of a fatted calf because you are His beloved child whom He cherishes.
Beloved, in your Father’s house, you not only come under His complete protection, but you also enjoy His inexhaustibly rich provisions and unconditional love!
© Copyright Joseph Prince, 2006. All rights reserved. 
No part of this document or any related files may be modified, adapted, reproduced,
distributed and/or converted in any form and by any means (electronic, photocopying or otherwise)
without express written consent of the copyright holder.

All scripture quotations, unless otherwise indicated, are taken from the New King James Version®.
Copyright © 1982 by Thomas Nelson, Inc. Used by permission. All rights reserved.

Sunday, April 10, 2011

Datanglah Kepada Yesus seperti apa adanya kita! (Bagian 2)

Datanglah Kepada Yesus seperti apa adanya kita! (Bagian 2)

Kebanyakan dari ajaran-ajaran mengatakan bahwa kita harus mengingat-ingat kembali apa saja kesalahan yang telah kita lakukan, dosa apa yang telah kita perbuat dan dengan melakukan hal ini seolah-olah kita merasa diri kita menjadi lebih bersih dan bisa menyenangkan hati Tuhan. Hal-hal seperti ini dapat dikatakan lebih memfokuskan kepada diri sendiri. Tapi sebenarnya hal yang diinginkan oleh Yesus adalah fokuskan diri kita kepada karya pengorbanan-Nya di kayu salib bukan pada diri kita sendiri. Semua kesalahan, dosa, dan pikiran negatif kita telah di tanggung oleh Yesus di atas kayu salib itu. Maka dari pada itu datanglah kepada Yesus dengan apa adanya kita dan kasih karunia-Nya yang menerima kita apa adanya.

Tunggu kelanjutannya di bagian 3

Shalom,
Isaac 

All That Jesus Is Before God, You Are

All That Jesus Is Before God, You Are

2 Corinthians 5:21
21For He made Him who knew no sin to be sin for us, that we might become the righteousness of God in Him.
When an Israelite brings an animal as his sin offering, he lays his hand on it before killing it. (Leviticus 4:1–4) By laying his hand on the sin offering, his sins are transferred to the innocent animal. The animal dies for his sins and he goes free.
In contrast, during the burnt offering, when the Israelite lays his hand on the animal (Leviticus 1:3–4), the beauty, worthiness and acceptance of the unblemished animal are transferred to him. God accepts the perfection of the animal sacrifice on his behalf to make atonement for him. Because God accepts the unblemished burnt offering, the offerer now has right standing before God.
Do you know that the two offerings speak of Jesus’ one offering of Himself when He hung on the cross? He is both our sin offering and burnt offering — “For He made Him who knew no sin to be sin for us [as our sin offering], that we might become the righteousness of God in Him [as our burnt offering]”. The moment you put your faith in Him, just by His one sacrifice, your sins were transferred to Him, and His righteousness was transferred to you. That is the grace of God toward you!
As our sin offering, He offered Himself once and for all. (Romans 6:10) The sin offering was never a daily offering because God does not want His people to be sin-conscious. However, the burnt offering was both a morning and evening sacrifice (2 Chronicles 13:11) because God wants His people to be righteousness-conscious.
Beloved, God wants you to lay claim daily to Jesus as your burnt offering and say, “Father, I thank You that Jesus is my burnt offering. All that Jesus is before You — His righteousness, excellence, beauty and perfection — has been transferred to me. Jesus has Your unclouded favor, so I enjoy Your unclouded favor in my life. Jesus is the righteousness of God, so I am the righteousness of God in Christ. As He is before You, so am I.”
Because Jesus became your burnt offering, what He is to the Father today, you are! That is what it means to be in Christ.
© Copyright Joseph Prince, 2006. All rights reserved. 
No part of this document or any related files may be modified, adapted, reproduced,
distributed and/or converted in any form and by any means (electronic, photocopying or otherwise)
without express written consent of the copyright holder.

All scripture quotations, unless otherwise indicated, are taken from the New King James Version®.
Copyright © 1982 by Thomas Nelson, Inc. Used by permission. All rights reserved.

http://newcreation.org.sg/resources/daily-devotional/

Saturday, April 9, 2011

M-Tow, Inovasi Toilet Hemat Air dari Mahasiswa ITS


Wastafel dan sistem penyiraman toilet (flush) membutuhkan banyak air bersih. Padahal, cadangan air tanah kita kian menyusut. Kondisi ini menggerakkan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya memodifikasi teknologi penghematan air yang mereka sebut Multifunctional Toilet Wastafel (M-Tow).
Tiga mahasiswa Teknik Kimia ITS, Arief Rahmatullah, Dyanroz Rizkiyanto, dan Hita Hamastuti memanfaatkan air buangan wastafel untuk digunakan sebagai pengganti air siraman toilet. “M-Tow adalah sistem saluran air dari wastafel untuk flushing toilet, lengkap dengan filternya,” kata Arief seperti dikutip dari situs ITS, Kamis (7/4/2011).
Sistem ini menggabungkan saluran air wastafel dengan saluran air toilet. Arief mengklaim, sistem M-Tow mampu menghemat sekira 2,3 liter air sehari, atau 360 liter air bersih tiap bulannya. Mahasiswa angkatan 2009 ini menjelaskan, satu wastafel rata-rata membutuhkan 12 liter air bersih tiap hari, sedangkan sistem penyiraman toilet memerlukan sekira 36 liter air per hari.
Di Jepang, konsep ini sudah diterapkan untuk toilet duduk. Trio ini kemudian memodifikasinya untuk penggunaan kloset jongkok yang umumnya dipakai di Indonesia.
Satu set M-Tow terdiri dari sebuah katup, wastafel, pipa saluran ke kloset jongkok, dan bak penampung air. Wastafelnya menggunakan bahan fiberglass karena lebih kuat, tidak korosif, dan mudah dibentuk. Sementara, kloset jongkok dalam set M-Tow dirancang sesederhana mungkin dan tidak menggunakan alat tambahan, seperti sistem flush pada toilet duduk.
Arief memaparkan, harga M-Tow relatif lebih murah bila dibandingkan dengan toilet duduk, toilet jongkok, dan wastafel. Kloset duduk biasa dijual Rp550 ribu per unit, dan kloset jongkok sekira Rp55-150 ribu. Wastafel umumnya dibanderol Rp150-250 ribu. “Jika kedua jenis kloset tersebut dikombinasikan dengan wastafel, maka total harganya akan menjadi lebih mahal. Sementara M-Tow hanya memerlukan biaya Rp250 ribu dalam sekali pembuatannya,” kata Arief.
Selain itu, Arief mengimbuhkan, M-Tow dilengkapi dengan sistem penyaringan pada bak penampung air. Sistem ini tidak ditemui pada mekanisme yang biasa dilakukan di Jepang, yakni langsung mengalirkan air wastafel ke toilet.
Mahasiswa asal Jember itu menuturkan, penyaringan air dilakukan dalam beberapa tahap sebelum air dari wastafel digunakan untuk menyiram toilet. Dengan begitu, kotoran-kotoran seperti sisa-sisa sabun pencuci muka atau tangan, maupun pasta gigi bisa tersaring, sehingga air akan lebih jernih. Arief menambahkan, karena hanya digunakan untuk keperluan menyiram toilet, sifat fisik air yang jernih tersebut dinilai sudah cukup memenuhi kelayakan.
Tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, lewat perangkat kloset inovatif ini, Arief, Rizki, dan Hita meraih juara III sekaligus juara favorit pada Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL).(rfa)(rhs)
Sumber: OkeZone

Sanggar Anak Matahari (SAM)

This is one of the initiative from Andi Suhandi (the founder of - Sanggar Anak Matahari (SAM)). They provide the organization for those unprivileged children therefore they can get the knowledge as well from this organization.




Magazine sources:
http://www.alifmagz.com/sanggar-anak-matahari-wadah-anak-jalanan/


Their youtube video:
http://www.youtube.com/watch?v=IDcvfcPVojo


Their blogspot:
http://gojaligojal.blogspot.com/


http://www.facebook.com/pages/GoodNewsSG/120580921324677?sk=wall

Datanglah Kepada Yesus seperti apa adanya kita! (Bagian 1)


Datanglah Kepada Yesus seperti apa adanya kita! (Bagian 1)

Maz 30:12
Ratapanku telah Kauubah menjadi tarian gembira, Kauambil kesedihanku dan Kaupenuhi aku dengan sukacita.
(Alkitab Indonesia Bahasa Sehari-hari)

Psalm 30:12
Thou hast turned my mourning to dancing for me, Thou hast loosed my sackcloth, And girdest me withjoy.
(King James Version)

“Kita diciptakan Tuhan kudus, berkenan, dan benar di hadapan Tuhan oleh karena Darah-Nya yang tercurah di atas kayu salib untuk kita”

“Oleh karena kasih karunia-Nya, kita dijadikan benar oleh-Nya, tidak lebih dan tidak kurang”

Yesus mengasihi dan mencintai kita karena kita adalah umat-Nya dan ini semua oleh adalah kasih karunia Tuhan saja. Terkadang kita melihat hidup kita yang berantakan dan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, akan tetapi Yesus sanggup untuk mengubah hidup kita ini menjadi hidup yang indah. Maka dari pada itu datanglah kepada Yesus seperti apa adanya kita dan tidak perlu berpura-pura dihadapan-Nya.

 Seringkali di kebaktian ataupun pengajaran kristiani mengajarkan bahwa kita harus membersihkan diri kita dahulu sebelum datang ke hadirat Tuhan. Mari kita lihat bersama-sama ilustrasi ini: “Dapatkah kita membersihkan diri kita sebelym kita mandi?” Tentu tidak bukan. Kita mandi gunanya untuk membersihkan diri kita. Maka datanglah kepada Yesus apa adanya kita tanpa perlu korek-korek apa kesalahan kita, Yesus bersedia menerima kita apa adanya kita dan membersihkan diri kita. Kita tidak bisa membersihkan diri kita sendiri, hanya Yesus yang dapat membersihkan diri kita dengan darah-Nya saja. Dia yang sanggup membuat hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita. Kita tidak akan sanggup menggunakan usaha atau tenaga kita sendiri untuk membersihkan diri kita sebelum kita “mandi.”

Semoga artikel ini menjadi berkat buat kita semua dan tunggu kelanjutannya di bagian ke 2.

Grace Always,
Isaac

Alternative Energy from the skin of Durians found by the high school student from SMAN2 Kudus!

Rabu, 06 April 2011

SMAN 2 KUDUS ikuti AFSC di Taiwan : energi alternatif limbah durian dan ampas tahu

Dua siswa SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, akan mengikuti Apec Future Scientist Conference 2011 di Taiwan, 11-15 April. Keduanya akan mempresentasikan penelitian tentang energi alternatif dari limbah durian dan ampas tahu.
Kedua siswa itu, Huwaida Najla Audina, siswa kelas unggulan X2, dan Avip Noor Yulian, siswa kelas unggulan X1. Audina meneliti kulit durian sebagai pengganti penghantar listrik baterai, adapun Avip membuat etanol dari ampas tahu.
Audina, Selasa (5/4) di Kudus, mengatakan, kulit durian dapat menggantikan pasta atau elektrolit baterai. Caranya, kulit durian ditumbuk hingga halus, kemudian menggantikan pasta dari baterai tersebut.
Baterai yang dipakai adalah baterai bekas. Syaratnya, dua elemen baterai yang lain, yaitu batang karbon (anoda atau kutub positif) dan seng (katoda atau kutub negatif), dalam kondisi baik dan tidak berkarat.
”Baterai yang elektrolitnya diganti dengan tumbukan kulit durian dapat bertahan lima hari,” kata Audina.
Audina memilih kulit durian karena menyelaraskan dengan tema AFSC 2011, ”Sustainable Green Energy and Environmental Solution”. Kulit durian dan baterai bekas merupakan sampah yang dapat diubah menjadi sumber energi listrik.
”Daripada dibuang dan mencemari lingkungan, lebih baik baterai diolah dan dipadukan menjadi sumber energi baru,” katanya.
Adapun Avip yang membuat etanol dari ampas tahu mengaku baru menghasilkan 1-3 tetes etanol. Etanol itu didapat dari hasil fermentasi dan destilasi ampas tahu. Proses fermentasi dengan ragi roti membutuhkan waktu tiga hari, kemudian dilanjutkan destilasi selama 5-8 jam.
”Rencananya, saya akan mengembangkan sebagai bahan campuran bensin,” kata Avip.
Mentor kedua siswa, Yuda Setiabudi, mengatakan, penelitian energi alternatif cukup berat dan membutuhkan kesabaran. Kedua siswa harus berulang kali mencoba mengolah ampas tahu dan kulit durian untuk mendapat hasil yang memuaskan.
Sebenarnya, mereka membuat etanol dari biji durian. Namun, proses fermentasinya lebih dari lima hari, dan proses destilasinya tak mudah. ”Kalaupun jadi, kami harus menguji kadar etanolnya. Kalau kadar etanol kurang dari 90 persen, akan sulit dijadikan campuran avtur,” kata Yuda.
Rencananya, menurut Yuda, mereka akan berangkat bersama dua siswa SMA Karangturi, Semarang. Kedua siswa SMA Karangturi itu membuat penelitian tentang teknologi mikrohidro turbin dan pisang sebagai penghantar listrik. (HEN)
Sumber: Kompas, 6 April 2011